BAB I ~ DRAMA ASEAN ALL STARS PART 2 ~ BERITA KARANGAN FIKSI (Disclaimer)
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) akhirnya angkat bicara menyusul pernyataan keras yang dilontarkan oleh CEO Manchester United, Omar Berrada, terkait pembatalan laga ekshibisi antara Manchester United dan ASEAN All Star yang semula dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei 2025 di Stadion Nasional Bukit Jalil.
Dalam siaran pers yang dirilis pada Selasa pagi, FAM menyatakan bahwa mereka menyesalkan keputusan pembatalan sepihak dari pihak Manchester United, namun menolak tuduhan yang menyalahkan Malaysia dan AFF secara mutlak atas kegagalan penjualan tiket maupun promosi laga.
"Kami menghormati keputusan klub Manchester United untuk membatalkan pertandingan tersebut. Namun, kami merasa perlu untuk menegaskan bahwa berbagai aspek teknis dan promosi telah kami koordinasikan sejak awal sesuai dengan kesepakatan bersama dengan pihak promotor internasional yang ditunjuk oleh Manchester United sendiri," ujar Presiden FAM, Datuk Hamidin Mohd Amin.
FAM menjelaskan bahwa seluruh aspek penyelenggaraan, termasuk promosi dan penjualan tiket, berada di bawah tanggung jawab konsorsium promotor internasional, bukan di bawah kendali langsung FAM maupun AFF. Mereka menilai pernyataan Manchester United yang menyalahkan Malaysia dan AFF sebagai bentuk pelampiasan emosional yang tidak akurat dan tidak berdasar.
"FAM tidak terlibat langsung dalam penjualan tiket. Kami hanya memberikan dukungan teknis dan logistik sebagai tuan rumah. Menyalahkan Malaysia dan AFF secara sepihak tanpa melihat konteks keseluruhan adalah tindakan yang tidak mencerminkan semangat kerja sama profesional," tegas Hamidin.
FAM juga menyayangkan keputusan Manchester United untuk mem-blacklist Malaysia dan AFF dari tur mereka di masa depan, dan menyebut tindakan itu sebagai langkah yang tidak proporsional.
"Kami selalu terbuka untuk dialog dan evaluasi bersama. Namun keputusan untuk memutuskan hubungan secara permanen tanpa komunikasi lanjutan sangat disayangkan. Kami percaya, sepak bola seharusnya menjadi jembatan, bukan tembok pemisah," tambahnya.
tapi ini cuma karangan saya sebagai pemilik blog fiksi garuda. namanya juga fiksi. cerita karangan belaka. hanya untuk hiburan semata ya gais.
Komentar
Posting Komentar