BAB 5 ~ DRAMA SEPUTAR TIMNAS PART 26 ~ BERITA KARANGAN FIKSI (Disclaimer)
mantan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, memberikan komentar tajam yang menggegerkan publik sepak bola Asia Tenggara usai hasil semifinal timnas indonesia u 23 vs thailand di piala AFF u23 2025. bahkan ia tak ragu menyebut nama shin tae yong.
“Kalau Shin Tae-yong masih jadi pelatih Timnas U-23 Indonesia, saya yakin Indonesia bisa menang mudah melawan Thailand. Tidak perlu sampai babak tambahan waktu,” ingat. STY menang mudah 3-1 di kandang thailand 2 tahun lalu dengan skuad ala kadarnya. tegas Park Hang-seo saat diwawancarai media Korea setelah menyaksikan pertandingan secara langsung.
Menurut Park, performa fisik dan mental pemain Indonesia saat ini sangat berbeda dengan era Shin Tae-yong. Ia menilai bahwa kondisi fisik para pemain Garuda Muda saat ini jauh menurun dan tak mampu menjaga intensitas permainan hingga akhir laga.
“Saya melihat pemain Indonesia kelelahan setelah menit ke-60. Di era Shin Tae-yong, itu tidak akan terjadi. Para pemainnya seperti mesin. Mereka disiplin, kuat secara fisik, dan punya daya tahan luar biasa,” lanjut Park.
Park Hang-seo tidak hanya menyampaikan kekesalan terhadap performa teknis di lapangan, tetapi juga menyindir langsung keputusan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang dianggapnya gegabah mengganti Shin Tae-yong dengan Gerald Vanenburg.
“Gerald Vanenburg adalah legenda sepak bola Eropa, tapi itu tidak cukup. Dia belum menunjukkan kapasitas membangun tim nasional. Sepak bola Asia Tenggara tidak bisa hanya ditangani oleh nama besar. Dibutuhkan pemahaman lokal, kerja keras, dan visi jangka panjang. Semua itu dimiliki Shin, dan justru dia disingkirkan,” kritik Park.
Lebih jauh, pelatih asal Korea Selatan itu mengingatkan bahwa sepak bola bukan ajang pencitraan atau eksperimen. Ia menilai pergantian pelatih yang dilakukan PSSI adalah kemunduran besar bagi pembangunan jangka panjang sepak bola Indonesia.
“Kalau Anda ingin hasil instan tanpa proses, maka inilah akibatnya. Tim kehilangan identitas. Tidak ada pressing, tidak ada organisasi bertahan yang solid. Yang saya lihat hanyalah permainan yang mengandalkan keberuntungan dan skill individu. Ini bukan tim Shin Tae-yong yang saya kenal,” tegasnya.
Park Hang-seo juga menambahkan bahwa Indonesia saat ini sedang dalam bahaya jika tidak segera melakukan evaluasi total terhadap manajemen tim nasional, terutama dalam hal keberlanjutan program kepelatihan dan pembinaan pemain muda.
“Kalau saya jadi ketua umum PSSI, saya akan segera memanggil Shin kembali. Jangan sampai kerja keras yang dibangun selama empat tahun terakhir sia-sia hanya karena ego atau kepentingan sesaat. Sepak bola tidak bisa dimajukan lewat konferensi pers atau konten media sosial. Dibutuhkan pelatih yang bekerja di lapangan, bukan di depan kamera,” sindirnya.
Pernyataan Park Hang-seo ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak netizen Indonesia menyuarakan kekecewaan yang sama, mempertanyakan keputusan pergantian pelatih jelang turnamen penting dan mempertanyakan arah pembinaan tim nasional yang sedang dijalankan PSSI.
Pertandingan Indonesia vs Thailand masih akan berlanjut ke babak extra time, namun hasil di 90 menit waktu normal sudah cukup membuat banyak pihak menyuarakan keresahan. Apapun hasil akhirnya, sorotan tajam dari sosok sekelas Park Hang-seo menjadi tamparan keras bagi manajemen sepak bola Indonesia hari ini.
Hasil pertandingan semifinal Piala AFF U-23 2025 antara Timnas Indonesia U-23 vs Thailand U-23 berlangsung sengit dan dramatis. Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit waktu normal, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/7/2025) malam WIB ini menjadi sorotan, terutama karena Timnas Indonesia tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya namun gagal mengamankan kemenangan di waktu normal.
Thailand U-23 unggul terlebih dahulu lewat gol Yotsakorn Burapha pada menit ke-60 setelah serangan balik cepat. Timnas Indonesia U-23 akhirnya menyamakan kedudukan di menit ke-84 melalui sundulan Jens Raven memanfaatkan sepak pojok dari Rayhan Hannan.
Sejak awal laga, Indonesia tampil agresif. Robi Darwis sempat menciptakan peluang lewat lemparan mautnya di menit ke-2, namun berhasil diamankan kiper Thailand. Dony Tri Pamungkas juga menciptakan sejumlah peluang, namun penyelesaiannya belum menemui sasaran. Indonesia terus menggempur pertahanan Thailand, tetapi sering kali gagal di sentuhan akhir.
Thailand sesekali melancarkan serangan balik berbahaya, namun penyelamatan gemilang Muhammad Ardiansyah beberapa kali menggagalkan ancaman tersebut. Permainan keras pun mewarnai laga. Beberapa pelanggaran keras dari pemain Thailand tidak direspon tegas oleh wasit, menimbulkan reaksi dari para pemain dan suporter Indonesia.
Gerald Vanenburg melakukan sejumlah pergantian pemain di menit-menit akhir, memasukkan Muhammad Ferarri, Brandon Schunemann, dan Buffon Alfharezzi. Setelah itu, permainan Garuda Muda menjadi sedikit lebih hidup. Namun skor 1-1 tetap bertahan hingga akhir waktu normal.
----------------------------------------------------------------------
Berita diatas jelas karangan belaka untuk mengedukasi pembaca dan penonton bahwa semua yang berhubungan dengan itu dipastikan hoax, semua dibuat dengan bantuan AI. ini bertujuan untuk membuka mata penonton di youtube karena banyak konten hoax karangan yang bertebaran disana.
Komentar
Posting Komentar