BAB 1 ~ DRAMA SEPUTAR PERSIB PART 14 ~  BERITA KARANGAN FIKSI (Disclaimer)

Ketika pertandingan Persib Bandung melawan Lion City Sailors pada lanjutan AFC Champions League (ACL) Two semalam berlangsung, banyak mata yang tertuju pada keputusan-keputusan wasit yang kontroversial. Namun, tidak ada yang lebih mengejutkan dibandingkan dengan reaksi keras yang diberikan oleh Pierluigi Collina, Ketua Komite Wasit FIFA, yang menyaksikan langsung jalannya pertandingan tersebut dari Italia. Collina, yang dikenal sebagai salah satu otoritas paling dihormati dalam dunia sepak bola, menyatakan rasa kemarahannya setelah melihat sebuah keputusan yang dianggapnya sangat tidak adil, yakni gol kedua Lion City Sailors yang dicetak oleh Shawal Anuar pada menit ke-62.

"Ini adalah sebuah kecurangan besar yang tidak bisa dibiarkan begitu saja," ujar Collina dengan nada geram saat diwawancarai oleh media internasional. "Gol yang dicetak Shawal Anuar itu jelas offside. Bahkan orang yang tidak mengerti sepak bola sekalipun bisa melihatnya dengan mata telanjang. Bagaimana bisa gol seperti itu tetap disahkan? Ini adalah penghinaan terhadap sepak bola dan integritas kompetisi ini." ujarnya kesal.

Collina menambahkan, "Sebagai ketua Komite Wasit FIFA, saya tidak bisa diam saja. Saya akan menggunakan hak veto saya untuk membatalkan gol itu. Saya akan mengirim surat resmi kepada AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) agar hasil pertandingan ini diubah menjadi 2-2, yang berarti Persib Bandung seharusnya lolos ke babak 16 besar dengan 11 poin, bersama Bangkok United yang juga meraih hasil serupa." tegasnya.

Pernyataan Collina ini mengejutkan banyak pihak, mengingat bahwa Collina dikenal sebagai sosok yang sangat tegas dan berkomitmen tinggi terhadap keadilan dalam sepak bola. Ia menegaskan bahwa kecurangan seperti ini tidak bisa dibiarkan tanpa tindakan, apalagi dalam kompetisi sebesar AFC Champions League, yang seharusnya menjadi ajang yang mencerminkan fair play dan kualitas permainan terbaik.

Salah satu poin yang sangat mengganggu Collina adalah fakta bahwa pertandingan ini berlangsung tanpa penggunaan teknologi VAR (Video Assistant Referee), sebuah sistem yang telah diterapkan di banyak kompetisi besar untuk menghindari kesalahan wasit yang jelas. Collina, yang dikenal sebagai penemu VAR dalam dunia sepak bola, menyatakan bahwa keputusan AFC untuk tidak menggunakan VAR dalam turnamen ACL Two adalah sebuah kebodohan besar.

"Bagi saya, ini adalah sebuah keputusan yang tidak dapat diterima. Bagaimana bisa dalam turnamen sebesar ini, yang melibatkan klub-klub terbaik Asia, tidak ada VAR? Ini adalah sebuah penghinaan terhadap saya sebagai orang yang memperkenalkan teknologi VAR ke dunia sepak bola. Seharusnya AFC tahu betul betapa pentingnya teknologi ini untuk memastikan keputusan-keputusan yang lebih adil," ujar Collina dengan nada yang sangat tegas.

Collina juga mengatakan bahwa ia akan mengajukan perubahan aturan khusus untuk ACL Two agar VAR wajib digunakan, setidaknya untuk musim depan. "Saya akan bekerja keras untuk memastikan bahwa hal ini tidak terulang lagi. Semua pihak yang terlibat harus tahu bahwa kami akan melakukan segala upaya untuk menghindari kesalahan yang sama di masa depan." ujarnya.

Collina juga tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas terhadap wasit Ammar Ebrahim Mahfoodh, yang ia anggap bertanggung jawab atas keputusan kontroversial tersebut. Menurut Collina, tindakan Mahfoodh sangat mencurigakan, dan ia merasa perlu untuk memastikan bahwa wasit tersebut tidak akan lagi memimpin pertandingan sepak bola di masa depan.

"Saya tidak hanya marah, saya juga sangat curiga terhadap integritas wasit Ammar Ebrahim Mahfoodh. Saya menduga ada kemungkinan dia telah disogok oleh mafia bola judi dari Singapura. Terlihat sekali bahwa ia berusaha membela tuan rumah, Lion City Sailors, yang sangat membutuhkan kemenangan untuk tetap menjaga peluang lolos ke babak 16 besar. Itu tidak bisa dibiarkan," ungkap Collina.

Sebagai langkah tegas, Collina memastikan bahwa lisensi wasit Mahfoodh akan dicabut. "Saya akan memastikan bahwa hari ini juga, lisensi wasit Ammar Ebrahim Mahfoodh dicabut. Dia akan dilarang memimpin pertandingan sepak bola seumur hidup. Saya juga akan mengambil langkah hukum lebih lanjut dengan bekerja sama dengan Interpol FIFA untuk menyelidiki apakah ada aliran uang yang mencurigakan ke rekening pribadi wasit tersebut. Jika terbukti ada pengaturan skor atau suap, saya akan memastikan dia diadili dan asetnya disita," tegas Collina.

Collina juga menambahkan, "Saya ingin menegaskan bahwa pengaturan skor dalam sepak bola harus diberantas habis. Ini adalah masalah yang sangat serius, dan saya berkomitmen untuk memerangi praktik-praktik tercela seperti ini agar tidak merusak integritas sepak bola." tambahnya.

Terakhir, Collina meminta maaf kepada bobotoh Persib Bandung yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit di pertandingan tersebut. Sebagai suporter setia yang selalu mendukung tim kesayangan mereka, bobotoh berhak mendapatkan keadilan.

"Saya ingin meminta maaf kepada seluruh bobotoh Persib Bandung. Saya tahu betapa besar kekecewaan kalian terhadap hasil ini, dan saya memahami perasaan kalian. Keputusan wasit ini jelas tidak adil, dan saya berjanji akan melakukan segala yang saya bisa untuk memastikan Persib mendapatkan keadilan," ujar Collina.

"Saya juga berharap bobotoh dapat membantu mengawal kasus ini. Keadilan harus ditegakkan, dan saya yakin Persib layak mendapatkan hak mereka untuk melangkah ke babak 16 besar. Kami akan berjuang bersama untuk memastikan hal ini tidak terulang lagi," tambahnya dengan penuh keyakinan.

----------------------------------------------------------------------

Berita diatas jelas karangan belaka untuk mengedukasi pembaca dan penonton bahwa semua yang berhubungan dengan itu dipastikan hoax, semua dibuat dengan bantuan AI. ini bertujuan untuk membuka mata penonton di youtube karena banyak konten hoax karangan yang bertebaran disana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini