BAB 1 ~ DRAMA SEPUTAR PERSIB PART 19 ~  BERITA KARANGAN FIKSI (Disclaimer)

Legenda sepak bola dunia asal Ghana, Michael Essien, mengungkapkan rasa takjub dan kekagumannya terhadap performa Persib Bandung setelah menyaksikan laporan pertandingan kemenangan Maung Bandung atas Bhayangkara FC pada pekan ke-15 Super League 2025/26. Mantan gelandang Chelsea dan Real Madrid yang pernah berseragam Persib pada musim 2017 itu menilai, kemenangan 2-0 tersebut menjadi bukti bahwa Persib tetap konsisten menjaga karakter sebagai tim besar dengan mental juara.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu, 21 Desember 2025, Persib sukses menundukkan Bhayangkara FC melalui dua gol yang seluruhnya dicetak oleh Ramon Tanque pada menit ke-10 dan 62. Kemenangan ini mengantarkan Persib naik ke peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 31 poin, hanya terpaut tiga angka dari Borneo FC di puncak.

Essien mengaku mengikuti perkembangan Persib dari kejauhan dan selalu memiliki ikatan emosional yang kuat dengan klub kebanggaan Bobotoh tersebut. Ia mengaku terkesan dengan cara Persib mengontrol pertandingan sejak menit awal hingga peluit akhir dibunyikan.

“Ketika saya menonton langsung lewat live streaming pertandingan itu, saya langsung tersenyum. Persib bermain dengan identitas yang kuat, penuh disiplin, dan sangat percaya diri. Ini bukan hanya soal menang 2-0, tetapi bagaimana mereka mengendalikan permainan,” ujar Essien dalam pernyataannya.

Menurut Essien, gol cepat Ramon Tanque di menit ke-10 menunjukkan kesiapan mental dan fokus tinggi para pemain Persib. Ia menilai, mencetak gol di awal laga sangat penting untuk membangun ritme permainan dan menekan lawan.

“Gol awal selalu krusial. Itu membuat tim lebih tenang dan lawan berada di bawah tekanan. Ramon Tanque menunjukkan naluri striker yang sangat baik. Dua gol dalam satu pertandingan dan brace pertamanya musim ini adalah sinyal positif,” kata Essien.

Lebih lanjut, Essien juga menyoroti keseimbangan permainan Persib di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak. Menurutnya, susunan pemain yang diturunkan menunjukkan kombinasi ideal antara pengalaman, kekuatan fisik, dan kreativitas.

“Dari penjaga gawang hingga lini depan, Persib terlihat solid. Teja Paku Alam tampil tenang, lini belakang disiplin, dan lini tengah mampu mengatur tempo. Ini ciri tim yang matang secara taktik,” ujarnya.

Essien secara khusus memuji peran Thom Haye yang dinilainya menjadi pengatur permainan penting di lini tengah. Dua assist yang berujung gol Tanque dinilai sebagai bukti visi bermain dan kualitas umpan yang sangat menentukan.

“Thom Haye membaca permainan dengan sangat baik. Assist-assist seperti itu lahir dari kecerdasan dan ketenangan. Di level mana pun, pemain seperti ini sangat berharga,” tutur Essien.

Tak hanya itu, Essien juga mengapresiasi keberanian Persib dalam melakukan rotasi pemain di babak kedua tanpa mengurangi kualitas permainan. Pergantian pemain yang dilakukan Hodak dinilai tepat dan menjaga intensitas hingga akhir laga.

“Pergantian pemain menunjukkan kedalaman skuad. Tim besar selalu punya pemain yang siap masuk dan memberi dampak. Persib menunjukkan hal itu,” katanya.

Bagi Essien, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan momentum penting dalam perburuan gelar Super League 2025/26. Ia meyakini, dengan konsistensi dan kerja keras, Persib memiliki peluang besar untuk terus bersaing di papan atas.

“Liga itu maraton, bukan sprint. Kemenangan seperti ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan diri. Jika Persib bisa mempertahankan mentalitas ini, mereka akan selalu berada dalam perburuan gelar,” ucap Essien.

Essien juga mengenang masa-masanya berseragam Persib pada 2017, di mana ia merasakan langsung besarnya tekanan sekaligus dukungan luar biasa dari Bobotoh. Menurutnya, atmosfer dan fanatisme suporter menjadi kekuatan tambahan yang tidak dimiliki semua klub.

“Bermain untuk Persib adalah pengalaman yang unik. Bobotoh selalu memberi energi luar biasa. Saya yakin, kemenangan ini juga dipersembahkan untuk mereka yang selalu setia mendukung,” kenangnya.

Ia pun menyampaikan pesan kepada para pemain Persib saat ini agar tetap rendah hati dan fokus menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Menang itu penting, tapi konsistensi jauh lebih penting. Tetap bekerja keras, jaga disiplin, dan hormati setiap lawan. Dengan begitu, hasil besar akan datang,” pesan Essien.

Menutup pernyataannya, Michael Essien berharap Persib terus berkembang dan menjadi contoh klub profesional di sepak bola Indonesia. Ia juga menyatakan kebanggaannya pernah menjadi bagian dari sejarah klub berjuluk Maung Bandung tersebut.

“Saya bangga pernah mengenakan jersey Persib. Melihat mereka sekarang tampil kuat dan terorganisir membuat saya bahagia. Persib selalu punya tempat spesial di hati saya,” pungkas Essien.

Kemenangan atas Bhayangkara FC pun menjadi lebih bermakna, bukan hanya bagi posisi Persib di klasemen, tetapi juga sebagai bukti bahwa klub kebanggaan Jawa Barat itu terus mendapat pengakuan dan apresiasi, bahkan dari legenda sepak bola dunia yang pernah menjadi bagian dari perjalanan mereka.

sementara itu disisi lain,

Persib Bandung kembali mencuri perhatian publik sepak bola nasional, bukan hanya karena kemenangan meyakinkan 2-0 atas Bhayangkara FC pada pekan ke-15 Super League 2025/26, tetapi juga setelah resmi mengumumkan kedatangan calon pemain asing baru asal Italia, Lorenzo Pellegrini, yang menandatangani kontrak bersama Maung Bandung hari ini.

Pellegrini yang didatangkan untuk menggantikan William Marcilio, yang kontraknya telah diputus manajemen, mengaku sangat terkesan setelah membaca artikel mengenai kemenangan Persib dan pernyataan kagum legenda sepak bola dunia Michael Essien terhadap performa tim asuhan Bojan Hodak.

Dalam pernyataan perdananya sebagai pemain Persib, Lorenzo Pellegrini menyebut kemenangan atas Bhayangkara FC dan pujian Essien menjadi motivasi besar baginya untuk segera beradaptasi dan memberikan kontribusi maksimal.

“Saya membaca artikel tentang pertandingan terakhir Persib dan komentar Michael Essien. Itu luar biasa. Jika pemain sebesar Essien saja kagum dengan cara Persib bermain, itu menunjukkan klub ini berada di jalur yang sangat tepat,” ujar Pellegrini.

Pemain berusia 29 tahun tersebut menilai Persib sebagai klub dengan identitas kuat, sejarah besar, serta atmosfer yang jarang ditemui di banyak negara. Ia mengaku sudah lama mengenal nama Persib bahkan sebelum proses transfer dimulai.

“Persib adalah klub besar, dengan basis suporter yang fanatik dan sejarah panjang. Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari tim ini. Kemenangan atas Bhayangkara FC menunjukkan mental juara dan organisasi permainan yang sangat baik,” katanya.

Pellegrini secara khusus menyoroti sosok Bojan Hodak, pelatih kepala Persib, sebagai salah satu alasan utama dirinya menerima tawaran Maung Bandung. Menurutnya, Hodak adalah pelatih dengan visi jelas dan pengalaman internasional yang membuatnya yakin dengan proyek Persib ke depan.

“Saya sangat senang bisa dilatih oleh Bojan Hodak. Dari diskusi kami, saya melihat beliau sangat detail, disiplin, dan tahu apa yang dia inginkan dari pemain. Sebagai pesepak bola, itu sangat penting bagi perkembangan dan performa di lapangan,” tutur Pellegrini.

Ia juga mengaitkan gaya bermain Persib dalam laga melawan Bhayangkara FC dengan filosofi sepak bola modern yang ia sukai. Dominasi permainan, keseimbangan lini, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang menjadi catatan positif baginya.

“Cara Persib mengontrol pertandingan, transisi yang rapi, dan ketajaman di depan gawang sangat menarik. Itu adalah sepak bola yang ingin saya mainkan. Saya berharap bisa cepat menyatu dengan sistem tim,” ujarnya.

Menggantikan William Marcilio, Pellegrini menyadari ekspektasi tinggi yang akan diembannya. Namun, ia menegaskan siap menghadapi tantangan dan tekanan sebagai pemain asing di klub sebesar Persib.

“Saya tahu tanggung jawab saya besar. Menggantikan pemain sebelumnya bukan hal mudah, tetapi saya datang dengan niat membantu tim, bukan untuk dibandingkan. Fokus saya adalah bekerja keras dan membawa Persib meraih target musim ini,” tegasnya.

Pellegrini juga menyebut kehadiran pemain-pemain berkualitas di skuad Persib, seperti Thom Haye, Ramon Tanque, hingga solidnya lini belakang, akan memudahkannya beradaptasi di kompetisi Indonesia.

“Persib punya banyak pemain berkualitas. Itu membuat saya semakin yakin dengan pilihan ini. Saya ingin belajar dari mereka dan memberikan yang terbaik untuk tim,” katanya.

Tak lupa, Pellegrini mengungkapkan antusiasmenya untuk bermain di hadapan Bobotoh yang dikenal sebagai salah satu suporter paling fanatik di Asia.

“Saya belum merasakan langsung atmosfer stadion, tapi dari video dan cerita yang saya dengar, Bobotoh luar biasa. Saya tidak sabar merasakan dukungan mereka di lapangan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Lorenzo Pellegrini berharap kehadirannya bisa menambah kekuatan Persib dalam persaingan papan atas Super League 2025/26, sejalan dengan optimisme yang juga disampaikan Michael Essien terhadap masa depan Maung Bandung.

“Persib sedang berada di momentum yang bagus. Saya ingin menjadi bagian dari perjalanan ini dan membantu klub meraih prestasi. Ini awal yang baru, dan saya sangat bersemangat,” pungkas Pellegrini.

Dengan kombinasi performa solid di lapangan, apresiasi dari legenda dunia, serta kedatangan pemain asing anyar yang penuh motivasi, Persib Bandung semakin menunjukkan keseriusannya untuk terus bersaing di level tertinggi dan menjaga statusnya sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia.

----------------------------------------------------------------------

Berita diatas jelas karangan belaka untuk mengedukasi pembaca dan penonton bahwa semua yang berhubungan dengan itu dipastikan hoax, semua dibuat dengan bantuan AI. ini bertujuan untuk membuka mata penonton di youtube karena banyak konten hoax karangan yang bertebaran disana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini